Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Februari 2016
Minggu, 24 Januari 2016
House
“Masuklah dulu kamu kesana. Dandan
dan gantilah pakaian di dalam. Cepat.” Bisik ayahku. Aku segera menuruti ayahku
dan masuk lebih ke dalam di daerah pasar itu. Orangtuaku mengikuti di
belakangku, dan masuk dengan jeda waktu yang berbeda. Memasuki sebuah toko yang
penuh dijual pakaian, terompah dan bermacam tas. Aku disambut segera oleh
pemilik toko dan menunjukkan sebuah kartu yang ayah berikan kepadaku. Dia
mengangguk mengerti.
Selasa, 03 September 2013
ONE MORE DAY
“Haish, Kamu bener-bener nggak punya perasaan
ya!” Rizuki mulai mengganas. Serius!
Saudara macam apa dia? memaksaku melakukan suatu hal, padahal dia tahu aku
tak pernah menyukainya.
“Argh, Kamu lakuin aja sendiri!” Aku
menyerah. Kulemparkan sendok ke meja, menjauh dari cangkir cappucino yang
harusnya kuberi choco granule [1] di
permukaanya. Meja dapur cafe kini dipenuhi cangkir-cangkir cappucino gagal yang
kuhasilkan.
Langganan:
Postingan (Atom)

